Perbedaan Kaspa dan Spark: Kaspa diperdagangkan di Rp519,11 (kapitalisasi pasar Rp14,41T, volume 24 jam Rp184,3M), sedangkan Spark diperdagangkan di Rp313,45 (kapitalisasi pasar Rp942,49M, volume 24 jam Rp227,27M). Perbedaan utamanya: Kaspa jauh lebih besar — sekitar 15,3× kapitalisasi pasar Spark, dan suplai beredar Kaspa 27,6B / 28,7B KAS (97%) dibanding 3B / 10B SPK (30%) milik Spark. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Kaspa selama 39 Hari dan Spark selama 11 Hari.
| KAS | SPK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp14,41T | Rp942,49M |
Volume (24h) | Rp184,3M | Rp227,27M |
Suplai yang Beredar | 27,6B / 28,7B KAS (97%) | 3B / 10B SPK (30%) |
Typical Hold Time | 39 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Kaspa adalah cryptocurrency Layer-1 cepat dan skalabel berbasis proof-of-work, menggunakan protokol GHOSTDAG yang memungkinkan blok paralel coexist dalam blockDAG. Kaspa memproses 10 blok per detik dengan target jangka panjang 100 BPS, memberikan waktu konfirmasi hampir instan. Dirancang untuk aksesibilitas dan desentralisasi, Kaspa dapat berjalan lancar di PC standar dan mendukung solusi Layer-2 untuk aplikasi yang lebih aman dan skalabel.
Selengkapnya di halaman KAS →Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →