Perbedaan Kaspa dan Ordinals: Kaspa diperdagangkan di Rp452,4 (kapitalisasi pasar Rp12,49T, volume 24 jam Rp127,43M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp63.336 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp167,87M). Perbedaan utamanya: Kaspa jauh lebih besar — sekitar 9,5× kapitalisasi pasar Ordinals, dan suplai beredar Kaspa 27,6B / 28,7B KAS (97%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Kaspa selama 42 Hari dan Ordinals selama 36 Hari.
| KAS | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp12,49T | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp127,43M | Rp167,87M |
Suplai yang Beredar | 27,6B / 28,7B KAS (97%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 36 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Kaspa adalah cryptocurrency Layer-1 cepat dan skalabel berbasis proof-of-work, menggunakan protokol GHOSTDAG yang memungkinkan blok paralel coexist dalam blockDAG. Kaspa memproses 10 blok per detik dengan target jangka panjang 100 BPS, memberikan waktu konfirmasi hampir instan. Dirancang untuk aksesibilitas dan desentralisasi, Kaspa dapat berjalan lancar di PC standar dan mendukung solusi Layer-2 untuk aplikasi yang lebih aman dan skalabel.
Selengkapnya di halaman KAS →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →