Perbedaan Kaia dan Neo: Kaia diperdagangkan di Rp610,82 (kapitalisasi pasar Rp3,88T, volume 24 jam Rp76,32M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp35.753 (kapitalisasi pasar Rp2,51T, volume 24 jam Rp73,41M). Perbedaan utamanya: Kaia lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Kaia 6,4B KAIA dibanding 70,5M NEO milik Neo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Kaia selama 29 Hari dan Neo selama 93 Hari.
| KAIA | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,88T | Rp2,51T |
Volume (24h) | Rp76,32M | Rp73,41M |
Suplai yang Beredar | 6,4B KAIA | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 29 Hari | 93 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Kaia adalah blockchain publik berperforma tinggi yang membawa Web3 lebih dekat ke jutaan pengguna di seluruh Asia. Terbentuk dari penggabungan blockchain Klaytn dan Finschia, yang awalnya dikembangkan oleh Kakao dan LINE, Kaia kini menjadi ekosistem Web3 terbesar di Asia. Platform ini terintegrasi dengan mulus dalam aplikasi pesan KakaoTalk dan LINE, yang memiliki lebih dari 250 juta pengguna gabungan. Pengguna dapat merasakan pengalaman Web3 dengan kecepatan dan kemudahan seperti Web2, semuanya langsung dari aplikasi super favorit mereka. Kaia membuka peluang bagi pengguna untuk terhubung, berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam ekosistem yang berkembang.
Selengkapnya di halaman KAIA →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →