Perbedaan Jito dan Tezos: Jito diperdagangkan di Rp9.901 (kapitalisasi pasar Rp5,04T, volume 24 jam Rp453,79M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp3.528 (kapitalisasi pasar Rp3,86T, volume 24 jam Rp73,26M). Perbedaan utamanya: Jito lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Jito 509,8M JTO dibanding 1,1B XTZ milik Tezos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Jito selama 29 Hari dan Tezos selama 98 Hari.
| JTO | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp5,04T | Rp3,86T |
Volume (24h) | Rp453,79M | Rp73,26M |
Suplai yang Beredar | 509,8M JTO | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 29 Hari | 98 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Jito Network adalah kontributor utama di ekosistem Solana melalui liquid staking pool JitoSOL dan koleksi produk MEV. Dengan Jito, pengguna dapat melakukan staking token SOL mereka melalui Jito Stake Pool, lalu menerima token JitoSOL, yang merupakan aset unik yang tidak hanya memiliki likuiditas tetapi juga menggabungkan reward staking dan reward MEV.
Selengkapnya di halaman JTO →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →