Perbedaan Jito dan Subsquid: Jito diperdagangkan di Rp9.921 (kapitalisasi pasar Rp5,04T, volume 24 jam Rp453,79M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp795,86 (kapitalisasi pasar Rp886,96M, volume 24 jam Rp74,02M). Perbedaan utamanya: Jito jauh lebih besar — sekitar 5,7× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai Subsquid dibatasi (1,1B / 1,3B SQD (84%)), sedangkan Jito terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Jito selama 29 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| JTO | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp5,04T | Rp886,96M |
Volume (24h) | Rp453,79M | Rp74,02M |
Suplai yang Beredar | 509,8M JTO | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 29 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Jito Network adalah kontributor utama di ekosistem Solana melalui liquid staking pool JitoSOL dan koleksi produk MEV. Dengan Jito, pengguna dapat melakukan staking token SOL mereka melalui Jito Stake Pool, lalu menerima token JitoSOL, yang merupakan aset unik yang tidak hanya memiliki likuiditas tetapi juga menggabungkan reward staking dan reward MEV.
Selengkapnya di halaman JTO →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →