Perbedaan Jito dan Obol: Jito diperdagangkan di Rp10.062 (kapitalisasi pasar Rp5,14T, volume 24 jam Rp360,01M), sedangkan Obol diperdagangkan di Rp157,55 (kapitalisasi pasar Rp30,1M, volume 24 jam Rp51,72M). Perbedaan utamanya: Jito jauh lebih besar — sekitar 170,8× kapitalisasi pasar Obol, dan suplai Obol dibatasi (161,3M / 500M OBOL (33%)), sedangkan Jito terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Jito selama 29 Hari dan Obol selama 16 Hari.
| JTO | OBOL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp5,14T | Rp30,1M |
Volume (24h) | Rp360,01M | Rp51,72M |
Suplai yang Beredar | 509,8M JTO | 161,3M / 500M OBOL (33%) |
Typical Hold Time | 29 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Jito Network adalah kontributor utama di ekosistem Solana melalui liquid staking pool JitoSOL dan koleksi produk MEV. Dengan Jito, pengguna dapat melakukan staking token SOL mereka melalui Jito Stake Pool, lalu menerima token JitoSOL, yang merupakan aset unik yang tidak hanya memiliki likuiditas tetapi juga menggabungkan reward staking dan reward MEV.
Selengkapnya di halaman JTO →Obol mengembangkan teknologi penting yang meningkatkan desentralisasi dan keamanan Ethereum, saat ini melindungi miliaran ETH yang distake. Distributed Validators (DV) menawarkan uptime lebih baik, risiko lebih rendah, dan performa lebih tinggi dibanding staking tradisional. Dengan middleware Charon, DV memungkinkan validator Ethereum berfungsi di berbagai operator dan mesin, dilengkapi threshold signing dan distributed key generation untuk ketahanan tambahan. Obol Collective, yang didukung oleh Token OBOL, mencakup ekosistem operator desentralisasi terbesar dengan pemain utama seperti Lido dan Blockdaemon. Obol Stack mempermudah penyebaran node Ethereum dan infrastruktur desentralisasi lainnya, mendorong pertumbuhan ekonomi Ethereum.
Selengkapnya di halaman OBOL →