Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) vs Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM)

Jakarta Setiabudi Internasional TbkTrading
Sumber Mas Konstruksi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jakarta Setiabudi Internasional Tbk dan Sumber Mas Konstruksi Tbk.: Jakarta Setiabudi Internasional Tbk diperdagangkan di Rp1.415 (kapitalisasi pasar 3,25 T, volume 24 jam 7,5 rb), sedangkan Sumber Mas Konstruksi Tbk. diperdagangkan di Rp74 (kapitalisasi pasar 92,72 M, volume 24 jam 7,63 jt). Perbedaan utamanya: Jakarta Setiabudi Internasional Tbk jauh lebih besar — sekitar 35,1× kapitalisasi pasar Sumber Mas Konstruksi Tbk., dan Sumber Mas Konstruksi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (7,63 jt vs 7,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JSPTSMKM
Kapitalisasi Pasar
3,25 T92,72 M
Volume
7,5 rb7,63 jt
Lot
7576,27 rb
Perputaran
10,56 jt563,26 jt
Harga Rata-rata
1.40873,85
Nilai Transaksi
10,56 jt563,26 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
74
Volume Ekuilibrium Indikatif
805

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JSPT
Lihat detail
SMKM
Lihat detail

Tentang Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

PT. Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (the Company) was established in the Republic of Indonesia within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 year 1968 as amended by Law No. 12 year 1970 based on Notarial Deed No. 4 dated July 2, 1975 of Imas Fatimah, S.H., as amended by Notarial Deed No. 15 dated September 11, 1975 of the same notary. At the first time until 1996 this company was focusing in construction. Leasing and office building maintanance and apartment surrounding Kuningan area, Jakarta.

Selengkapnya di halaman JSPT

Tentang Sumber Mas Konstruksi Tbk.

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk ("Company") formerly PT Rubenindo Artha Subur was established based on the Notarial Deed of E. Sianipar, S.H., No. 07 dated February 04, 1981.

Selengkapnya di halaman SMKM