Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jasa Marga Persero Tbk (JSMR) vs Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS)

Jasa Marga Persero TbkTrading
Kian Santang Muliatama Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jasa Marga Persero Tbk dan Kian Santang Muliatama Tbk.: Jasa Marga Persero Tbk diperdagangkan di Rp2.730 (kapitalisasi pasar 19,45 T, volume 24 jam 2,65 jt), sedangkan Kian Santang Muliatama Tbk. diperdagangkan di Rp214 (kapitalisasi pasar 312,28 M, volume 24 jam 7,8 jt). Perbedaan utamanya: Jasa Marga Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 62,3× kapitalisasi pasar Kian Santang Muliatama Tbk., dan Kian Santang Muliatama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (7,8 jt vs 2,65 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JSMRRGAS
Kapitalisasi Pasar
19,45 T312,28 M
Volume
2,65 jt7,8 jt
Lot
26,49 rb77,95 rb
Perputaran
7,16 M1,64 M
Harga Rata-rata
2.703,18210,89
Nilai Transaksi
7,16 M1,64 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.730214
Volume Ekuilibrium Indikatif
4761,33 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JSMR
Lihat detail
RGAS
Lihat detail

Tentang Jasa Marga Persero Tbk

PT Jasa Marga (the Company) was established under its original name of PT Jasa Marga (Indonesia Highway Corporation) on Mar 1, 1978 then changed to PT Jasa Marga (Persero) based on Notaries Deed dated May 19, 1981 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Mar 2, 1982. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 5 of Imas Fatimah, S.H., dated Apr 2, 1998, concerning UU no.1 thn 1995.

Selengkapnya di halaman JSMR

Tentang Kian Santang Muliatama Tbk.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., No. 634, dated November 28, 2018. The Entity started its commercial operations on 2019. The controlling party for the Company is Edy Nurhamid Amin.

Selengkapnya di halaman RGAS