Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) vs Cerestar Indonesia Tbk. (TRGU)

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.Trading
Cerestar Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. dan Cerestar Indonesia Tbk.: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.030 (kapitalisasi pasar 23,8 T, volume 24 jam 8,44 jt), sedangkan Cerestar Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 1,31 T, volume 24 jam 19 rb). Perbedaan utamanya: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 18,2× kapitalisasi pasar Cerestar Indonesia Tbk., dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (8,44 jt vs 19 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JPFATRGU
Kapitalisasi Pasar
23,8 T1,31 T
Volume
8,44 jt19 rb
Lot
84,36 rb190
Perputaran
17,08 M3,12 jt
Harga Rata-rata
2.024,41164,02
Nilai Transaksi
17,08 M3,12 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.030163
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,58 rb10

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JPFA
Lihat detail
TRGU
Lihat detail

Tentang Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 based on Notarial Deed No. 59 dated January 18, 1971 of Djojo Muljadi, S.H., public notary, as amended by Notarial Deed No. 60 dated Februari 15, 1972, of the same notary. Japfa is currently the second largest animal feed producer in Indonesia with an estimated market share of around 35% in the domestic poultry feed market. The company was originally involved in the production of copra extraction pellets

Selengkapnya di halaman JPFA

Tentang Cerestar Indonesia Tbk.

PT. Cerestar Indonesia Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 2 datedAugust 30, 2020 of Dwi Yulianti, S.H., notary in Jakarta The Company started its commercial operations in 2021.

Selengkapnya di halaman TRGU