Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) vs Maxindo Karya Anugerah Tbk. (MAXI)

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.Trading
Maxindo Karya Anugerah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. dan Maxindo Karya Anugerah Tbk.: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.030 (kapitalisasi pasar 23,8 T, volume 24 jam 8,44 jt), sedangkan Maxindo Karya Anugerah Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 480,5 M, volume 24 jam 37,7 rb). Perbedaan utamanya: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 49,5× kapitalisasi pasar Maxindo Karya Anugerah Tbk., dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (8,44 jt vs 37,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JPFAMAXI
Kapitalisasi Pasar
23,8 T480,5 M
Volume
8,44 jt37,7 rb
Lot
84,36 rb377
Perputaran
17,08 M1,89 jt
Harga Rata-rata
2.024,4150
Nilai Transaksi
17,08 M1,89 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.03050
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,58 rb1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JPFA
Lihat detail
MAXI
Lihat detail

Tentang Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 based on Notarial Deed No. 59 dated January 18, 1971 of Djojo Muljadi, S.H., public notary, as amended by Notarial Deed No. 60 dated Februari 15, 1972, of the same notary. Japfa is currently the second largest animal feed producer in Indonesia with an estimated market share of around 35% in the domestic poultry feed market. The company was originally involved in the production of copra extraction pellets

Selengkapnya di halaman JPFA

Tentang Maxindo Karya Anugerah Tbk.

PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 26 of Dwi Swandiani, S.H., dated July 11, 2002. The Company started its commercial operations in 2002.

Selengkapnya di halaman MAXI