Perbedaan JOE dan Theta Network: JOE diperdagangkan di Rp494,65 (kapitalisasi pasar Rp224,67M, volume 24 jam Rp80,53M), sedangkan Theta Network diperdagangkan di Rp2.386 (kapitalisasi pasar Rp2,39T, volume 24 jam Rp50,06M). Perbedaan utamanya: Theta Network jauh lebih besar — sekitar 10,6× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai beredar JOE 457,2M / 500M JOE (92%) dibanding 1B / 1B THETA (100%) milik Theta Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan JOE selama 33 Hari dan Theta Network selama 76 Hari.
| JOE | THETA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp224,67M | Rp2,39T |
Volume (24h) | Rp80,53M | Rp50,06M |
Suplai yang Beredar | 457,2M / 500M JOE (92%) | 1B / 1B THETA (100%) |
Typical Hold Time | 33 Hari | 76 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →THETA adalah jaringan bertenaga blockchain yang dibuat khusus untuk streaming video. Konsep bisnis utama Theta adalah mendesentralisasikan streaming video, pengiriman data, dan edge computing, menjadikannya lebih efisien, hemat biaya, dan adil bagi pelaku industri.
Selengkapnya di halaman THETA →