Perbedaan JOE dan Thena: JOE diperdagangkan di Rp511,14 (kapitalisasi pasar Rp231,15M, volume 24 jam Rp81,17M), sedangkan Thena diperdagangkan di Rp1.020 (kapitalisasi pasar Rp135,35M, volume 24 jam Rp117,06M). Perbedaan utamanya: JOE lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar JOE 457,2M / 500M JOE (92%) dibanding 133,3M / 326,1M THE (41%) milik Thena. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan JOE selama 31 Hari dan Thena selama 59 Hari.
| JOE | THE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp231,15M | Rp135,35M |
Volume (24h) | Rp81,17M | Rp117,06M |
Suplai yang Beredar | 457,2M / 500M JOE (92%) | 133,3M / 326,1M THE (41%) |
Typical Hold Time | 31 Hari | 59 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →Thena adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang beroperasi dalam BNB Chain. Thena menyediakan layanan luas untuk aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi). Ini juga dirancang untuk memfasilitasi trading spot dan perpetual untuk berbagai jenis aset, sehingga dapat memenuhi kebutuhan berbagai partisipan dalam ekosistem DeFi.
Selengkapnya di halaman THE →