Perbedaan JOE dan Saga: JOE diperdagangkan di Rp494,65 (kapitalisasi pasar Rp226,16M, volume 24 jam Rp81,42M), sedangkan Saga diperdagangkan di Rp227,72 (kapitalisasi pasar Rp94,89M, volume 24 jam Rp154,42M). Perbedaan utamanya: JOE jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Saga, dan suplai JOE dibatasi (457,2M / 500M JOE (92%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan JOE selama 33 Hari dan Saga selama 40 Hari.
| JOE | SAGA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp226,16M | Rp94,89M |
Volume (24h) | Rp81,42M | Rp154,42M |
Suplai yang Beredar | 457,2M / 500M JOE (92%) | 416,5M SAGA |
Typical Hold Time | 33 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →