Perbedaan JOE dan iExec RLC: JOE diperdagangkan di Rp492,86 (kapitalisasi pasar Rp224,67M, volume 24 jam Rp80,53M), sedangkan iExec RLC diperdagangkan di Rp4.739 (kapitalisasi pasar Rp412,07M, volume 24 jam Rp26,62M). Perbedaan utamanya: iExec RLC lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar JOE 457,2M / 500M JOE (92%) dibanding 87M / 87M RLC (100%) milik iExec RLC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan JOE selama 33 Hari dan iExec RLC selama 35 Hari.
| JOE | RLC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp224,67M | Rp412,07M |
Volume (24h) | Rp80,53M | Rp26,62M |
Suplai yang Beredar | 457,2M / 500M JOE (92%) | 87M / 87M RLC (100%) |
Typical Hold Time | 33 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →iExec (RLC) adalah penyedia utama komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain yang terkemuka. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka serta aplikasi dan bahkan kumpulan data. iExec dapat mendukung aplikasi di bidang-bidang seperti data besar, kesehatan, AI, rendering, dan tekfin. iExec didirikan pada 16 Oktober 2016, dengan tujuan untuk menciptakan kembali komputasi cloud melalui pembuatan paradigma komputasi cloud baru.
Selengkapnya di halaman RLC →