Perbedaan JOE dan Neo: JOE diperdagangkan di Rp494,15 (kapitalisasi pasar Rp224,67M, volume 24 jam Rp80,53M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.060 (kapitalisasi pasar Rp2,13T, volume 24 jam Rp63,25M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 9,5× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai JOE dibatasi (457,2M / 500M JOE (92%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan JOE selama 33 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| JOE | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp224,67M | Rp2,13T |
Volume (24h) | Rp80,53M | Rp63,25M |
Suplai yang Beredar | 457,2M / 500M JOE (92%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 33 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →