Perbedaan JOE dan Mantle Staked Ether: JOE diperdagangkan di Rp507,47 (kapitalisasi pasar Rp231,15M, volume 24 jam Rp81,17M), sedangkan Mantle Staked Ether diperdagangkan di Rp37.869.256 (kapitalisasi pasar Rp8,88T, volume 24 jam Rp6,1M). Perbedaan utamanya: Mantle Staked Ether jauh lebih besar — sekitar 38,4× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai JOE dibatasi (457,2M / 500M JOE (92%)), sedangkan Mantle Staked Ether terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan JOE selama 31 Hari dan Mantle Staked Ether selama 25 Hari.
| JOE | METH | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp231,15M | Rp8,88T |
Volume (24h) | Rp81,17M | Rp6,1M |
Suplai yang Beredar | 457,2M / 500M JOE (92%) | 234K METH |
Typical Hold Time | 31 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →Mantle LSP adalah protokol liquid staking ETH tanpa izin dan tanpa kustodian di Ethereum L1 yang dikelola oleh Mantle. Protokol ini menggabungkan desain modern dengan manajemen risiko yang kuat serta memanfaatkan ekosistem Mantle untuk memberikan yield tinggi.
Selengkapnya di halaman METH →