Perbedaan JOE dan Livepeer: JOE diperdagangkan di Rp494,65 (kapitalisasi pasar Rp226,16M, volume 24 jam Rp81,42M), sedangkan Livepeer diperdagangkan di Rp21.612 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp50,24M). Perbedaan utamanya: Livepeer jauh lebih besar — sekitar 4,7× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai JOE dibatasi (457,2M / 500M JOE (92%)), sedangkan Livepeer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan JOE selama 33 Hari dan Livepeer selama 29 Hari.
| JOE | LPT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp226,16M | Rp1,07T |
Volume (24h) | Rp81,42M | Rp50,24M |
Suplai yang Beredar | 457,2M / 500M JOE (92%) | 49,7M LPT |
Typical Hold Time | 33 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →Livepeer adalah protokol jaringan streaming video pertama yang terdesentralisasi penuh. Platform open-source ini memungkinkan pengguna dan pengembang untuk bebas berpartisipasi dalam pengelolaan dan peningkatan platform. Livepeer juga menawarkan peluang untuk konsumsi konten pay-as-you-go, layanan video sosial auto-scaling, liputan berita langsung tanpa sensor, dan dApps video.
Selengkapnya di halaman LPT →