Perbedaan JOE dan Solayer: JOE diperdagangkan di Rp491,13 (kapitalisasi pasar Rp224,01M, volume 24 jam Rp82,53M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.052 (kapitalisasi pasar Rp500,82M, volume 24 jam Rp197,59M). Perbedaan utamanya: Solayer jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai JOE dibatasi (457,2M / 500M JOE (92%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan JOE selama 33 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| JOE | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp224,01M | Rp500,82M |
Volume (24h) | Rp82,53M | Rp197,59M |
Suplai yang Beredar | 457,2M / 500M JOE (92%) | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 33 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →