Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Jaya Konstruksi Manggala Pratama TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk diperdagangkan di Rp69 (kapitalisasi pasar 1,09 T, volume 24 jam 1,3 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.300 (kapitalisasi pasar 10,19 T, volume 24 jam 593,9 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 9,3× kapitalisasi pasar Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, dan Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,3 jt vs 593,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JKONRLCO
Kapitalisasi Pasar
1,09 T10,19 T
Volume
1,3 jt593,9 rb
Lot
13,01 rb5,94 rb
Perputaran
88,78 jt1,91 M
Harga Rata-rata
68,243.220,03
Nilai Transaksi
88,78 jt1,91 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
693.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,9 rb87

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JKON
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk

PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (the company) was established dated December 23, 1982 based on Notaries Deed No.45 of Hobropoerwanto, SH. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 142 of Mr. Aulia Taufani, SH., dated Sep 24, 2007, concerning among others, the change Company’s capital structure and public offering.

Selengkapnya di halaman JKON

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO