Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jembo Cable Company Tbk (JECC) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Jembo Cable Company TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jembo Cable Company Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Jembo Cable Company Tbk diperdagangkan di Rp635 (kapitalisasi pasar 476,28 M, volume 24 jam 20,4 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.300 (kapitalisasi pasar 10,19 T, volume 24 jam 593,9 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 21,4× kapitalisasi pasar Jembo Cable Company Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (593,9 rb vs 20,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JECCRLCO
Kapitalisasi Pasar
476,28 M10,19 T
Volume
20,4 rb593,9 rb
Lot
2045,94 rb
Perputaran
12,98 jt1,91 M
Harga Rata-rata
636,33.220,03
Nilai Transaksi
12,98 jt1,91 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6353.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
187

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JECC
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Jembo Cable Company Tbk

PT Jembo Cable Company Tbk (“the Company”) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 of Year 1968 as amended by Law No. 12 of Year 1970 based on Notarial deed No. 51 dated 17 April 1973 of Lody Herlianto, S.H., Notary in Jakarta.The business has manufactured multiple lines of power cable products from low-voltage cables, medium-voltage power cables, copper conductor telecommunication cables to fiber-optics telecommunication cables.

Selengkapnya di halaman JECC

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO