Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Informasi Teknologi Indonesia Tbk. (JATI) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Informasi Teknologi Indonesia Tbk.Trading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Informasi Teknologi Indonesia Tbk. dan Summarecon Agung Tbk.: Informasi Teknologi Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp94 (kapitalisasi pasar 303,41 M, volume 24 jam 8,75 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp298 (kapitalisasi pasar 4,79 T, volume 24 jam 12,25 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 15,8× kapitalisasi pasar Informasi Teknologi Indonesia Tbk., dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (12,25 jt vs 8,75 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JATISMRA
Kapitalisasi Pasar
303,41 M4,79 T
Volume
8,75 jt12,25 jt
Lot
87,46 rb122,47 rb
Perputaran
824,75 jt3,62 M
Harga Rata-rata
94,3295,63
Nilai Transaksi
824,75 jt3,62 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
94298
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,28 rb2,11 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JATI
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Informasi Teknologi Indonesia Tbk.

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (the “Company”) was established based on Deed No. 127 dated April 11, 2002 of Iman Immanuel Sinaga, S.H., CN, a substitute notary of Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M,S.i. The Company started its commercial operations in 2002. The direct parent entity and ultimate parent entity of the Company are PT Jati Piranti Solusindo and PT Indivara Sejahtera Mandiri.

Selengkapnya di halaman JATI

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA