Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Informasi Teknologi Indonesia Tbk. (JATI) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Informasi Teknologi Indonesia Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Informasi Teknologi Indonesia Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Informasi Teknologi Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 322,99 M, volume 24 jam 9,22 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.580 (kapitalisasi pasar 14,41 T, volume 24 jam 259,8 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 44,6× kapitalisasi pasar Informasi Teknologi Indonesia Tbk., dan Informasi Teknologi Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (9,22 jt vs 259,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JATIRLCO
Kapitalisasi Pasar
322,99 M14,41 T
Volume
9,22 jt259,8 rb
Lot
92,18 rb2,6 rb
Perputaran
912,74 jt1,18 M
Harga Rata-rata
99,024.553,48
Nilai Transaksi
912,74 jt1,18 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1004.600
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,53 rb100

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JATI
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Informasi Teknologi Indonesia Tbk.

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (the “Company”) was established based on Deed No. 127 dated April 11, 2002 of Iman Immanuel Sinaga, S.H., CN, a substitute notary of Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M,S.i. The Company started its commercial operations in 2002. The direct parent entity and ultimate parent entity of the Company are PT Jati Piranti Solusindo and PT Indivara Sejahtera Mandiri.

Selengkapnya di halaman JATI

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO