Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Informasi Teknologi Indonesia Tbk. (JATI) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Informasi Teknologi Indonesia Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Informasi Teknologi Indonesia Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Informasi Teknologi Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp94 (kapitalisasi pasar 303,41 M, volume 24 jam 8,75 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.300 (kapitalisasi pasar 10,19 T, volume 24 jam 593,9 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 33,6× kapitalisasi pasar Informasi Teknologi Indonesia Tbk., dan Informasi Teknologi Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (8,75 jt vs 593,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JATIRLCO
Kapitalisasi Pasar
303,41 M10,19 T
Volume
8,75 jt593,9 rb
Lot
87,46 rb5,94 rb
Perputaran
824,75 jt1,91 M
Harga Rata-rata
94,33.220,03
Nilai Transaksi
824,75 jt1,91 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
943.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,28 rb87

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JATI
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Informasi Teknologi Indonesia Tbk.

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (the “Company”) was established based on Deed No. 127 dated April 11, 2002 of Iman Immanuel Sinaga, S.H., CN, a substitute notary of Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M,S.i. The Company started its commercial operations in 2002. The direct parent entity and ultimate parent entity of the Company are PT Jati Piranti Solusindo and PT Indivara Sejahtera Mandiri.

Selengkapnya di halaman JATI

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO