Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Indo Tambangraya Megah TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indo Tambangraya Megah Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Indo Tambangraya Megah Tbk diperdagangkan di Rp23.825 (kapitalisasi pasar 27,15 T, volume 24 jam 1,23 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.300 (kapitalisasi pasar 10,19 T, volume 24 jam 593,9 rb). Perbedaan utamanya: Indo Tambangraya Megah Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Abadi Lestari Indonesia Tbk., dan Indo Tambangraya Megah Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,23 jt vs 593,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ITMGRLCO
Kapitalisasi Pasar
27,15 T10,19 T
Volume
1,23 jt593,9 rb
Lot
12,28 rb5,94 rb
Perputaran
29,44 M1,91 M
Harga Rata-rata
23.968,153.220,03
Nilai Transaksi
29,44 M1,91 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
23.8253.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
32287

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ITMG
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Indo Tambangraya Megah Tbk

PT Indo Tambangraya Megah (the company) was established under its original name of PT Indotambangraya Megah base on notarial deed No.13 of Mr Benny Kristianto, SH, dated on Sep 2, 1987. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 33 dated 27 Jul 07 and No. 14 dated 22 Oct 07 of Fathiah Helmi concerning among others, the change in the Capital Structure, par value and public offering.

Selengkapnya di halaman ITMG

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO