Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) vs Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA)

Indo Tambangraya Megah TbkTrading
Maharaksa Biru Energi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indo Tambangraya Megah Tbk dan Maharaksa Biru Energi Tbk.: Indo Tambangraya Megah Tbk diperdagangkan di Rp23.825 (kapitalisasi pasar 27,15 T, volume 24 jam 1,23 jt), sedangkan Maharaksa Biru Energi Tbk. diperdagangkan di Rp328 (kapitalisasi pasar 2,02 T, volume 24 jam 61,81 jt). Perbedaan utamanya: Indo Tambangraya Megah Tbk jauh lebih besar — sekitar 13,4× kapitalisasi pasar Maharaksa Biru Energi Tbk., dan Maharaksa Biru Energi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (61,81 jt vs 1,23 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ITMGOASA
Kapitalisasi Pasar
27,15 T2,02 T
Volume
1,23 jt61,81 jt
Lot
12,28 rb618,11 rb
Perputaran
29,44 M20,29 M
Harga Rata-rata
23.968,15328,24
Nilai Transaksi
29,44 M20,29 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
23.825328
Volume Ekuilibrium Indikatif
32212,74 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ITMG
Lihat detail
OASA
Lihat detail

Tentang Indo Tambangraya Megah Tbk

PT Indo Tambangraya Megah (the company) was established under its original name of PT Indotambangraya Megah base on notarial deed No.13 of Mr Benny Kristianto, SH, dated on Sep 2, 1987. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 33 dated 27 Jul 07 and No. 14 dated 22 Oct 07 of Fathiah Helmi concerning among others, the change in the Capital Structure, par value and public offering.

Selengkapnya di halaman ITMG

Tentang Maharaksa Biru Energi Tbk.

PT. Protech Mitra Perkasa Tbk (the Company) was established on April 20, 2006 based on the Notarial Deed No. 72 of Mellyani Noor Shandra S.H. The Company is starting as general trading and contracting company, the company continue to grow and build a solid reputation within the telecommucication industry. Complementing its trade and construction business, in 2013, the Company extends its services by providing managed services for Telco Towers through its full subsidiary, Telesys Indonesia.

Selengkapnya di halaman OASA