Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) vs Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA)

Indonesian Tobacco Tbk.Trading
Maharaksa Biru Energi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesian Tobacco Tbk. dan Maharaksa Biru Energi Tbk.: Indonesian Tobacco Tbk. diperdagangkan di Rp224 (kapitalisasi pasar 210,72 M, volume 24 jam 104,7 rb), sedangkan Maharaksa Biru Energi Tbk. diperdagangkan di Rp306 (kapitalisasi pasar 1,98 T, volume 24 jam 18,6 jt). Perbedaan utamanya: Maharaksa Biru Energi Tbk. jauh lebih besar — sekitar 9,4× kapitalisasi pasar Indonesian Tobacco Tbk., dan Maharaksa Biru Energi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (18,6 jt vs 104,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ITICOASA
Kapitalisasi Pasar
210,72 M1,98 T
Volume
104,7 rb18,6 jt
Lot
1,05 rb186,03 rb
Perputaran
23,59 jt5,71 M
Harga Rata-rata
225,34306,76
Nilai Transaksi
23,59 jt5,71 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
224306
Volume Ekuilibrium Indikatif
2018,82 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ITIC
Lihat detail
OASA
Lihat detail

Tentang Indonesian Tobacco Tbk.

PT Indonesian Tobacco Tbk (the Company) was established in Notarial Deed No. 25 dated May 16, 1955 of Public Notary H. Chusen Bisri, S.H. under the name of N.V. Indonesian Tobacco & Industrial Company approved by the Minister of Justice of the deed of Establishment Republic of Indonesia in Decision Letter No. J.A.5/61/3 dated June 16, 1955 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 478 dated June 22, 1956, Supplement No. 50.

Selengkapnya di halaman ITIC

Tentang Maharaksa Biru Energi Tbk.

PT. Protech Mitra Perkasa Tbk (the Company) was established on April 20, 2006 based on the Notarial Deed No. 72 of Mellyani Noor Shandra S.H. The Company is starting as general trading and contracting company, the company continue to grow and build a solid reputation within the telecommucication industry. Complementing its trade and construction business, in 2013, the Company extends its services by providing managed services for Telco Towers through its full subsidiary, Telesys Indonesia.

Selengkapnya di halaman OASA