Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) vs Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX)

Indonesian Tobacco Tbk.Trading
Nitrasanata Dharma Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesian Tobacco Tbk. dan Nitrasanata Dharma Tbk.: Indonesian Tobacco Tbk. diperdagangkan di Rp199 (kapitalisasi pasar 188,14 M, volume 24 jam 106 rb), sedangkan Nitrasanata Dharma Tbk. diperdagangkan di Rp1.330 (kapitalisasi pasar 4,57 T, volume 24 jam 11,02 jt). Perbedaan utamanya: Nitrasanata Dharma Tbk. jauh lebih besar — sekitar 24,3× kapitalisasi pasar Indonesian Tobacco Tbk., dan Nitrasanata Dharma Tbk. lebih aktif diperdagangkan (11,02 jt vs 106 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ITICJECX
Kapitalisasi Pasar
188,14 M4,57 T
Volume
106 rb11,02 jt
Lot
1,06 rb110,19 rb
Perputaran
21,11 jt15,12 M
Harga Rata-rata
199,121.372,09
Nilai Transaksi
21,11 jt15,12 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1991.330
Volume Ekuilibrium Indikatif
272,04 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ITIC
Lihat detail
JECX
Lihat detail

Tentang Indonesian Tobacco Tbk.

PT Indonesian Tobacco Tbk (the Company) was established in Notarial Deed No. 25 dated May 16, 1955 of Public Notary H. Chusen Bisri, S.H. under the name of N.V. Indonesian Tobacco & Industrial Company approved by the Minister of Justice of the deed of Establishment Republic of Indonesia in Decision Letter No. J.A.5/61/3 dated June 16, 1955 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 478 dated June 22, 1956, Supplement No. 50.

Selengkapnya di halaman ITIC

Tentang Nitrasanata Dharma Tbk.

PT Nitrasanata Dharma Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 526 of Richardus Nangkih Sinulingga, S.H., dated November 28, 1990. The Company started its commercial operations in 1990. PT Magna Selaras Lestari is the controlling entity of the Company, and Dr. Darwan Madja Purba, SpM(K) as ultimate beneficial owner of the Company.

Selengkapnya di halaman JECX