Perbedaan Irys dan Turtle: Irys diperdagangkan di Rp296,28 (kapitalisasi pasar Rp749,03M, volume 24 jam Rp101,93M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp773,31 (kapitalisasi pasar Rp120,27M, volume 24 jam Rp18,65M). Perbedaan utamanya: Irys jauh lebih besar — sekitar 6,2× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Irys terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Irys selama 2 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| IRYS | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp749,03M | Rp120,27M |
Volume (24h) | Rp101,93M | Rp18,65M |
Suplai yang Beredar | 2,6B IRYS | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 2 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
IRYS adalah token native Irys, programmable data chain Layer 1 yang menggabungkan penyimpanan data on-chain dengan eksekusi smart contract. IrysVM memungkinkan smart contract mengakses dan berinteraksi langsung dengan data yang tersimpan untuk mendukung aplikasi seperti AI dan DeFi. IRYS digunakan untuk membayar penyimpanan data dan komputasi, mengamankan jaringan melalui staking, serta memberikan reward kepada peserta jaringan.
Selengkapnya di halaman IRYS →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →