Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Indopoly Swakarsa Industry TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indopoly Swakarsa Industry Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Indopoly Swakarsa Industry Tbk diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 728,1 M, volume 24 jam 1,4 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.610 (kapitalisasi pasar 13,91 T, volume 24 jam 538,4 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 19,1× kapitalisasi pasar Indopoly Swakarsa Industry Tbk, dan Indopoly Swakarsa Industry Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,4 jt vs 538,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IPOLRLCO
Kapitalisasi Pasar
728,1 M13,91 T
Volume
1,4 jt538,4 rb
Lot
14,05 rb5,38 rb
Perputaran
159,72 jt2,47 M
Harga Rata-rata
113,74.589,19
Nilai Transaksi
159,72 jt2,47 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1134.610
Volume Ekuilibrium Indikatif
781150

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IPOL
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Indopoly Swakarsa Industry Tbk

PT Indopoly Swakarsa Industry (the company) was established on 24 Mar 1995 based on Notaries Deed No. 114 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Dec 22, 1995. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 5 of Popie Savitri, S.H., dated Mar 1, 2010, concerning among others, the change in the Company’s name, and public offering.

Selengkapnya di halaman IPOL

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO