Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) vs Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS)

Indopoly Swakarsa Industry TbkTrading
Kian Santang Muliatama Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indopoly Swakarsa Industry Tbk dan Kian Santang Muliatama Tbk.: Indopoly Swakarsa Industry Tbk diperdagangkan di Rp106 (kapitalisasi pasar 689,44 M, volume 24 jam 236,1 rb), sedangkan Kian Santang Muliatama Tbk. diperdagangkan di Rp214 (kapitalisasi pasar 312,28 M, volume 24 jam 7,8 jt). Perbedaan utamanya: Indopoly Swakarsa Industry Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Kian Santang Muliatama Tbk., dan Kian Santang Muliatama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (7,8 jt vs 236,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IPOLRGAS
Kapitalisasi Pasar
689,44 M312,28 M
Volume
236,1 rb7,8 jt
Lot
2,36 rb77,95 rb
Perputaran
25,04 jt1,64 M
Harga Rata-rata
106,05210,89
Nilai Transaksi
25,04 jt1,64 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
106214
Volume Ekuilibrium Indikatif
181,33 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IPOL
Lihat detail
RGAS
Lihat detail

Tentang Indopoly Swakarsa Industry Tbk

PT Indopoly Swakarsa Industry (the company) was established on 24 Mar 1995 based on Notaries Deed No. 114 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Dec 22, 1995. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 5 of Popie Savitri, S.H., dated Mar 1, 2010, concerning among others, the change in the Company’s name, and public offering.

Selengkapnya di halaman IPOL

Tentang Kian Santang Muliatama Tbk.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., No. 634, dated November 28, 2018. The Entity started its commercial operations on 2019. The controlling party for the Company is Edy Nurhamid Amin.

Selengkapnya di halaman RGAS