Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Jasa Armada Indonesia Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jasa Armada Indonesia Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Jasa Armada Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp318 (kapitalisasi pasar 1,67 T, volume 24 jam 278,4 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,83 jt). Perbedaan utamanya: Jasa Armada Indonesia Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,83 jt vs 278,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IPCMJAWA
Kapitalisasi Pasar
1,67 T1,87 T
Volume
278,4 rb1,83 jt
Lot
2,78 rb18,28 rb
Perputaran
88,12 jt211,69 jt
Harga Rata-rata
316,53115,79
Nilai Transaksi
88,12 jt211,69 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
318115
Volume Ekuilibrium Indikatif
61,32 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IPCM
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Jasa Armada Indonesia Tbk.

PT Jasa Armada Indonesia (“the Company") was established based on Notarial Deed No. 24 dated July 10, 2013 of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., notary in Jakarta. The Company’s parent is PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) and the Company’s ultimate parent is the Government of the Republic of Indonesia.

Selengkapnya di halaman IPCM

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA