Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) vs Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA)

Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading
Maharaksa Biru Energi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dan Maharaksa Biru Energi Tbk.: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.240 (kapitalisasi pasar 2,26 T, volume 24 jam 222,6 rb), sedangkan Maharaksa Biru Energi Tbk. diperdagangkan di Rp328 (kapitalisasi pasar 2,02 T, volume 24 jam 61,81 jt). Perbedaan utamanya: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dan Maharaksa Biru Energi Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Maharaksa Biru Energi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (61,81 jt vs 222,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IPCCOASA
Kapitalisasi Pasar
2,26 T2,02 T
Volume
222,6 rb61,81 jt
Lot
2,23 rb618,11 rb
Perputaran
275,94 jt20,29 M
Harga Rata-rata
1.239,62328,24
Nilai Transaksi
275,94 jt20,29 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.240328
Volume Ekuilibrium Indikatif
16312,74 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IPCC
Lihat detail
OASA
Lihat detail

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC

Tentang Maharaksa Biru Energi Tbk.

PT. Protech Mitra Perkasa Tbk (the Company) was established on April 20, 2006 based on the Notarial Deed No. 72 of Mellyani Noor Shandra S.H. The Company is starting as general trading and contracting company, the company continue to grow and build a solid reputation within the telecommucication industry. Complementing its trade and construction business, in 2013, the Company extends its services by providing managed services for Telco Towers through its full subsidiary, Telesys Indonesia.

Selengkapnya di halaman OASA