Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) vs Matahari Department Store Tbk. (LPPF)

Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading
Matahari Department Store Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dan Matahari Department Store Tbk.: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.240 (kapitalisasi pasar 2,26 T, volume 24 jam 222,6 rb), sedangkan Matahari Department Store Tbk. diperdagangkan di Rp1.560 (kapitalisasi pasar 3,43 T, volume 24 jam 723,7 rb). Perbedaan utamanya: Matahari Department Store Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Matahari Department Store Tbk. lebih aktif diperdagangkan (723,7 rb vs 222,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IPCCLPPF
Kapitalisasi Pasar
2,26 T3,43 T
Volume
222,6 rb723,7 rb
Lot
2,23 rb7,24 rb
Perputaran
275,94 jt1,12 M
Harga Rata-rata
1.239,621.552,77
Nilai Transaksi
275,94 jt1,12 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.2401.560
Volume Ekuilibrium Indikatif
163168

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IPCC
Lihat detail
LPPF
Lihat detail

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC

Tentang Matahari Department Store Tbk.

PT Matahari Department Store Tbk was established as PT Stephens Utama International Leasing Corp based on Notarial Deed No.2 dated 1 April 1982, of Misahardi Wilamarta, S.H. The Company's merger with its parent company (PT Meadow Indonesia), which was effective from 30 September 2011.

Selengkapnya di halaman LPPF