Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.240 (kapitalisasi pasar 2,26 T, volume 24 jam 222,6 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,83 jt). Perbedaan utamanya: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,83 jt vs 222,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IPCCJAWA
Kapitalisasi Pasar
2,26 T1,87 T
Volume
222,6 rb1,83 jt
Lot
2,23 rb18,28 rb
Perputaran
275,94 jt211,69 jt
Harga Rata-rata
1.239,62115,79
Nilai Transaksi
275,94 jt211,69 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.240115
Volume Ekuilibrium Indikatif
1631,32 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IPCC
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA