Perbedaan Story dan Starknet: Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp415,8 (kapitalisasi pasar Rp2,8T, volume 24 jam Rp852,23M). Perbedaan utamanya: Starknet lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Story 356,6M IP dibanding 6,8B STRK milik Starknet. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Story selama 24 Hari dan Starknet selama 75 Hari.
| IP | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,92T | Rp2,8T |
Volume (24h) | Rp231,18M | Rp852,23M |
Suplai yang Beredar | 356,6M IP | 6,8B STRK |
Typical Hold Time | 24 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →