Perbedaan Story dan Subsquid: Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp828,98 (kapitalisasi pasar Rp932,64M, volume 24 jam Rp141,96M). Perbedaan utamanya: Story jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai Subsquid dibatasi (1,1B / 1,3B SQD (84%)), sedangkan Story terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Story selama 24 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| IP | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,92T | Rp932,64M |
Volume (24h) | Rp231,18M | Rp141,96M |
Suplai yang Beredar | 356,6M IP | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →