Perbedaan Story dan Orchid: Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M), sedangkan Orchid diperdagangkan di Rp164,34 (kapitalisasi pasar Rp190,2M, volume 24 jam Rp47,84M). Perbedaan utamanya: Story jauh lebih besar — sekitar 10,1× kapitalisasi pasar Orchid, dan suplai beredar Story 356,6M IP dibanding 997,2M OXT milik Orchid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Story selama 24 Hari dan Orchid selama 44 Hari.
| IP | OXT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,92T | Rp190,2M |
Volume (24h) | Rp231,18M | Rp47,84M |
Suplai yang Beredar | 356,6M IP | 997,2M OXT |
Typical Hold Time | 24 Hari | 44 Hari |
Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →Orchid merupakan jaringan privasi peer-to-peer berinsentif pertama di dunia. Orchid bertujuan untuk menghapus batasan kebebasan berinternet melalui pembayaran berbasis mata uang kripto sehingga siapapun dapat membeli bandwidth dari para mitra provider. Pembayaran dilakukan dengan nanopayment probabilistik menggunakan OXT, token standar ERC-20 di Ethereum.
Selengkapnya di halaman OXT →