Perbedaan Story dan Orca: Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M), sedangkan Orca diperdagangkan di Rp18.504 (kapitalisasi pasar Rp1,12T, volume 24 jam Rp144,48M). Perbedaan utamanya: Story lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Story 356,6M IP dibanding 60,8M ORCA milik Orca. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Story selama 24 Hari dan Orca selama 31 Hari.
| IP | ORCA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,92T | Rp1,12T |
Volume (24h) | Rp231,18M | Rp144,48M |
Suplai yang Beredar | 356,6M IP | 60,8M ORCA |
Typical Hold Time | 24 Hari | 31 Hari |
Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →Orca adalah DEX yang paling ramah pengguna di Solana dan salah satu AMM serbaguna pertama yang diluncurkan di sana. Pengguna bisa menukar aset, mendapatkan yield, dan memberikan likuiditas melalui interface yang mudah digunakan. Berbagai proyek menggunakan Orca sebagai "money-lego" untuk mengintegrasikan fitur swap, farming, atau data on-chain ke dalam dApp mereka.
Selengkapnya di halaman ORCA →