Perbedaan Story dan Loopring: Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M), sedangkan Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M). Perbedaan utamanya: Story jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Loopring, dan suplai beredar Story 356,6M IP dibanding 1,4B LRC milik Loopring. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Story selama 22 Hari dan Loopring selama 73 Hari.
| IP | LRC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,92T | Rp532,87M |
Volume (24h) | Rp231,18M | Rp250,37M |
Suplai yang Beredar | 356,6M IP | 1,4B LRC |
Typical Hold Time | 22 Hari | 73 Hari |
Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →