Perbedaan IoTeX dan Neo: IoTeX diperdagangkan di Rp45,85 (kapitalisasi pasar Rp430,62M, volume 24 jam Rp45,57M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.159 (kapitalisasi pasar Rp2,13T, volume 24 jam Rp69,88M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar IoTeX, dan suplai IoTeX dibatasi (9,4B / 10B IOTX (95%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IoTeX selama 40 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| IOTX | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp430,62M | Rp2,13T |
Volume (24h) | Rp45,57M | Rp69,88M |
Suplai yang Beredar | 9,4B / 10B IOTX (95%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 40 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
IoTeX adalah platform terdesentralisasi untuk machine economics yang melayani berbagai perangkat mulai dari smart home hingga kendaraan otonom. Oleh karena itu, IoTeX telah meluncurkan blockchain yang cepat, berkinerja tinggi, dan kompatibel dengan EVM yang memberikan fleksibilitas dan skalabilitas untuk beragam aplikasi. IOTX merupakan native coin yang dapat digunakan untuk staking dan tata kelola, membayar transaksi, serta mendaftarkan perangkat baru di jaringan IoTeX.
Selengkapnya di halaman IOTX →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →