Perbedaan IOST dan STBL: IOST diperdagangkan di Rp12,37 (kapitalisasi pasar Rp421,5M, volume 24 jam Rp95,58M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp414,83 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: IOST lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar IOST 34,2B / 90B IOST (38%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOST selama 78 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| IOST | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp421,5M | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp95,58M | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 34,2B / 90B IOST (38%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 78 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
IOST menggambarkan dirinya sebagai jaringan dan ekosistem blockchain yang "sangat cepat," sepenuhnya matang, dan terdesentralisasi dengan node serta dompetnya sendiri, dan berbasis protokol konsensus "generasi berikutnya" yang dijuluki "proof-of-believability".
Selengkapnya di halaman IOST →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →