Perbedaan IOST dan Neo: IOST diperdagangkan di Rp9,79 (kapitalisasi pasar Rp340,1M, volume 24 jam Rp62,66M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.160 (kapitalisasi pasar Rp2,12T, volume 24 jam Rp66,27M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 6,2× kapitalisasi pasar IOST, dan suplai IOST dibatasi (34,8B / 90B IOST (39%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOST selama 79 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| IOST | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp340,1M | Rp2,12T |
Volume (24h) | Rp62,66M | Rp66,27M |
Suplai yang Beredar | 34,8B / 90B IOST (39%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 79 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
IOST menggambarkan dirinya sebagai jaringan dan ekosistem blockchain yang "sangat cepat," sepenuhnya matang, dan terdesentralisasi dengan node serta dompetnya sendiri, dan berbasis protokol konsensus "generasi berikutnya" yang dijuluki "proof-of-believability".
Selengkapnya di halaman IOST →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →