Perbedaan IOST dan JOE: IOST diperdagangkan di Rp9,76 (kapitalisasi pasar Rp339,2M, volume 24 jam Rp62,7M), sedangkan JOE diperdagangkan di Rp494,12 (kapitalisasi pasar Rp226,02M, volume 24 jam Rp80,27M). Perbedaan utamanya: IOST lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar IOST 34,8B / 90B IOST (39%) dibanding 457,2M / 500M JOE (92%) milik JOE. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOST selama 79 Hari dan JOE selama 33 Hari.
| IOST | JOE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp339,2M | Rp226,02M |
Volume (24h) | Rp62,7M | Rp80,27M |
Suplai yang Beredar | 34,8B / 90B IOST (39%) | 457,2M / 500M JOE (92%) |
Typical Hold Time | 79 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
IOST menggambarkan dirinya sebagai jaringan dan ekosistem blockchain yang "sangat cepat," sepenuhnya matang, dan terdesentralisasi dengan node serta dompetnya sendiri, dan berbasis protokol konsensus "generasi berikutnya" yang dijuluki "proof-of-believability".
Selengkapnya di halaman IOST →JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →