Perbedaan io.net dan Qtum: io.net diperdagangkan di Rp2.022 (kapitalisasi pasar Rp775,67M, volume 24 jam Rp386,55M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.845 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp86,09M). Perbedaan utamanya: Qtum lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar io.net 381,5M / 800M IO (48%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan io.net selama 34 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| IO | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp775,67M | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp386,55M | Rp86,09M |
Suplai yang Beredar | 381,5M / 800M IO (48%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 34 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
io.net, sebelumnya ANTBIT, memanfaatkan jaringan komputasi terdesentralisasi yang didukung oleh Solana dan Aptos untuk memberi para insinyur machine learning akses ke cluster cloud terdistribusi. Hal ini bertujuan untuk mengatasi tantangan seperti ketersediaan yang terbatas, pilihan yang buruk, dan tingginya biaya yang terkait dengan akses GPU di cloud publik.
Selengkapnya di halaman IO →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →