Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Indonesian Paradise Property TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesian Paradise Property Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Indonesian Paradise Property Tbk diperdagangkan di Rp705 (kapitalisasi pasar 7,88 T, volume 24 jam 538,7 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.300 (kapitalisasi pasar 10,19 T, volume 24 jam 593,9 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (593,9 rb vs 538,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

INPPRLCO
Kapitalisasi Pasar
7,88 T10,19 T
Volume
538,7 rb593,9 rb
Lot
5,39 rb5,94 rb
Perputaran
379,61 jt1,91 M
Harga Rata-rata
704,673.220,03
Nilai Transaksi
379,61 jt1,91 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
7053.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
11787

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

INPP
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Indonesian Paradise Property Tbk

PT. Indonesia Paradise Property Tbk (the Company) was established under the name of PT Penta Karsa Lubrindo based on Notarial Deed No. 96 dated June 14, 1996 of Buntario Tigris Darmawa, NG, S.H., CN., and was amended of Rachmat Santoso, S.H., Public Notary in Jakarta. The Company is an Indonesia-based company engaged in the property sector, hotel operation, general contractor and general trading. The Company's hotel is located in Bali, Indonesia.

Selengkapnya di halaman INPP

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO