Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Bank Artha Graha Internasional Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Artha Graha Internasional Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Bank Artha Graha Internasional Tbk. diperdagangkan di Rp134 (kapitalisasi pasar 2,64 T, volume 24 jam 1,83 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,83 jt). Perbedaan utamanya: Bank Artha Graha Internasional Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

INPCJAWA
Kapitalisasi Pasar
2,64 T1,87 T
Volume
1,83 jt1,83 jt
Lot
18,32 rb18,28 rb
Perputaran
245,33 jt211,69 jt
Harga Rata-rata
133,94115,79
Nilai Transaksi
245,33 jt211,69 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
134115
Volume Ekuilibrium Indikatif
7231,32 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

INPC
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Bank Artha Graha Internasional Tbk.

PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (“the Bank”) initially was established under the name of PT Inter-Pacific Financial Corporation based on notarial deed No. 12 dated September 7, 1973 of Bagijo, SH, substitute notary of Eliza Pondaag, SH, Notary in Jakarta. PT Bank Inter Pacific, Tbk is a joint venture bank that for the previous period of 20 years operated as Non Bank Financial Institution (NBFI) and went public in August 1990.

Selengkapnya di halaman INPC

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA