Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) vs Pulau Subur Tbk. (PTPS)

Intanwijaya Internasional TbkTrading
Pulau Subur Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Intanwijaya Internasional Tbk dan Pulau Subur Tbk.: Intanwijaya Internasional Tbk diperdagangkan di Rp645 (kapitalisasi pasar 133,94 M, volume 24 jam 13,9 rb), sedangkan Pulau Subur Tbk. diperdagangkan di Rp138 (kapitalisasi pasar 294,78 M, volume 24 jam 1,59 jt). Perbedaan utamanya: Pulau Subur Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Intanwijaya Internasional Tbk, dan Pulau Subur Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,59 jt vs 13,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

INCIPTPS
Kapitalisasi Pasar
133,94 M294,78 M
Volume
13,9 rb1,59 jt
Lot
13915,91 rb
Perputaran
8,97 jt219,89 jt
Harga Rata-rata
645138,18
Nilai Transaksi
8,97 jt219,89 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
138
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,05 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

INCI
Lihat detail
PTPS
Lihat detail

Tentang Intanwijaya Internasional Tbk

PT Intanwijaya International Tbk (the Company) formerly named as PT Intan Wijaya Chemical Industry Tbk, was established in Jakarta based on the Notarial Deed No. 64 of Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal, S.H., dated November 14, 1981.The company's business field in in the Formaldehyde and Formaldehyde Resin Industries with the capacity of 96.000 metrics tons per annum in the form of liquid and 7.000 metric tons per annum in the form of powder and Hexamine 6.000 metric tons per annum.

Selengkapnya di halaman INCI

Tentang Pulau Subur Tbk.

PT Pulau Subur Tbk (the Company) was established based on Deed No. 1 of October 1, 1980 by Justin AR, S.H., notary in Palembang. The Company started its commercial operations in October 1980. PT Sekawan Kontrindo, is the parent entity of the Company. The ultimate shareholders of the Company is Mr. Abunawar.

Selengkapnya di halaman PTPS