Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Intanwijaya Internasional TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Intanwijaya Internasional Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Intanwijaya Internasional Tbk diperdagangkan di Rp670 (kapitalisasi pasar 140,17 M, volume 24 jam 600), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp128 (kapitalisasi pasar 2,13 T, volume 24 jam 398,4 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 15,2× kapitalisasi pasar Intanwijaya Internasional Tbk, dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (398,4 rb vs 600). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

INCIJAWA
Kapitalisasi Pasar
140,17 M2,13 T
Volume
600398,4 rb
Lot
63,98 rb
Perputaran
403 rb51,16 jt
Harga Rata-rata
671,67128,41
Nilai Transaksi
403 rb51,16 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
128
Volume Ekuilibrium Indikatif
64

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

INCI
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Intanwijaya Internasional Tbk

PT Intanwijaya International Tbk (the Company) formerly named as PT Intan Wijaya Chemical Industry Tbk, was established in Jakarta based on the Notarial Deed No. 64 of Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal, S.H., dated November 14, 1981.The company's business field in in the Formaldehyde and Formaldehyde Resin Industries with the capacity of 96.000 metrics tons per annum in the form of liquid and 7.000 metric tons per annum in the form of powder and Hexamine 6.000 metric tons per annum.

Selengkapnya di halaman INCI

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA