Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Sumi Indo Kabel Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Sumi Indo Kabel Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 691,56 M, volume 24 jam 1,4 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 1,55 T, volume 24 jam 181,17 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (181,17 jt vs 1,4 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IKBISQMI
Kapitalisasi Pasar
691,56 M1,55 T
Volume
1,4 jt181,17 jt
Lot
14,02 rb1,81 jt
Perputaran
779,16 jt17,89 M
Harga Rata-rata
555,9198,73
Nilai Transaksi
779,16 jt17,89 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
55599
Volume Ekuilibrium Indikatif
4937,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IKBI
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI