Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Sumi Indo Kabel Tbk.Trading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Sumi Indo Kabel Tbk. dan Summarecon Agung Tbk.: Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp585 (kapitalisasi pasar 691,56 M, volume 24 jam 49,8 rb), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp294 (kapitalisasi pasar 4,79 T, volume 24 jam 4,91 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 6,9× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (4,91 jt vs 49,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IKBISMRA
Kapitalisasi Pasar
691,56 M4,79 T
Volume
49,8 rb4,91 jt
Lot
49849,06 rb
Perputaran
28,62 jt1,44 M
Harga Rata-rata
574,73293,55
Nilai Transaksi
28,62 jt1,44 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
565290
Volume Ekuilibrium Indikatif
300128,7 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IKBI
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA