Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) vs Malindo Feedmill Tbk. (MAIN)

Sumi Indo Kabel Tbk.Trading
Malindo Feedmill Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Sumi Indo Kabel Tbk. dan Malindo Feedmill Tbk.: Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp565 (kapitalisasi pasar 679,32 M, volume 24 jam 83,5 rb), sedangkan Malindo Feedmill Tbk. diperdagangkan di Rp675 (kapitalisasi pasar 1,51 T, volume 24 jam 371,4 rb). Perbedaan utamanya: Malindo Feedmill Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Malindo Feedmill Tbk. lebih aktif diperdagangkan (371,4 rb vs 83,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IKBIMAIN
Kapitalisasi Pasar
679,32 M1,51 T
Volume
83,5 rb371,4 rb
Lot
8353,71 rb
Perputaran
47,29 jt250,3 jt
Harga Rata-rata
566,29673,94
Nilai Transaksi
47,29 jt250,3 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
560675
Volume Ekuilibrium Indikatif
129

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IKBI
Lihat detail
MAIN
Lihat detail

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI

Tentang Malindo Feedmill Tbk.

PT Malindo Feedmill Tbk (the Company) was established within the framework of Law No. 1 of 1967 and Law No. 11 of 1970 regarding Foreign Capital Investment. The Company was established under its original name PT Gymtech Feedmill on June 10, 1997. The company's name changed to PT Malindo Feedmill in year 2000. The company’s articles of association were amended several times, the lates on Jul 28 2005, regarding among other increasing in paid up capital share.

Selengkapnya di halaman MAIN